Kelengkapan berkendara atau istilahnya zaman sekarang adalah safety riding pada umumnya mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam berkendara, kita harus memenuhi kelengkapan-kelengkapan jika ingin selamat, aman dan tentunya tidak ditilang oleh polisi. Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

  • Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
  • Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  • Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya. Kalau sekarang ini sih diharuskan memakau helm berlabel SNI
  • Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Dalam berkendara, kita juga banyak melalui berbagai jenis jalan sepeti tikungan, jalan semput ataupun jalan berbatu. Eits, sebelum belajar tentang teknik-teknik berkendara, cek dulu rem depan, rem belakang, instrumen lampu setra roda sepeda motor kita agar tidak mengalami hambatan saat melakukan teknik-teknik berkendara ini. ya, teknik-teknik berkendara yang digunakan adalah sebagai berikut:

-Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.

-Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang berjalan

-Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

-Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

Oh iya, jangan lupa untuk menaati peraturan lalu lintas yang ada, sepeti tidak membonceng penumpang lebih dari tiga orang, tidak mengendarai dengan membawa anak dibawah umur (bayi) dan tentunya tidak kebut-kebutan di jalan

Dengan demikian, jumlah angka kecelakaan dapat ditekan dengan kedisiplinan kita menjalankan keselamatan berkendara menggunakan safety riding. Selamat berkendara!

FacebookGoogle BuzzMessengerYahoo MessengerShare

hello! it’s my third article.

pada pembahasan kali ini, saya tetap pada tema: iT’s About US : Air untuk Masa Depan yang sudah disediakan oleh Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA. oke, kali ini saya akan mengusung judul:

Pelestarian air bersih di kehidupan sehari-hari

bedungan karangkates

Air bersih yang kita konsumsi berasal dari banyak sumber, salah satunya dari bendungan atau waduk di daerah kita. Selama ini, yang kita tahu adalah bedungan berfungsi untuk membangkitkan listrik tenaga air saja, padahal air yang ada di bendungan tersebut juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun sayang sekali, akhir-akhir ini bandungan-bendungan di sekitar kita mulai mengalami pendangkalan dan ikan-ikan disana juga banyak yang mati.  bener nggak?

okey.. lanjut!

Tahukah kalian apa yang membuat kondisi bendungan kian lama kian memburuk?

Jawabannya adalah eceng gondok. Eceng gondok yang biasanya hidup mengambang di atas air ruapanya menyebabkan menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya kadar oksigen dalam air.

Apalagi tanaman eceng gondok termasuk tanaman yang pertumbuhan/perkembangbiakannya sangat cepat, otomatis tanaman tersebut akan selalu butuh air melakukan penguapan dan menyebabkan air di bendungan berkurang.

Eceng gondok juga tanaman yang suka mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang bekerja mencari ikan. kasihan sekali ya pak nelayan.. dasar eceng gondok..

nelayan terjebak eceng gondok

Dampak yang paling berat adalah kalau eceng gondok tersebut mati, tanaman tersebut akan jatuh ke dasar air dan mengendap hingga menjadi lumpur.

Endapan Lumpur itulah yang menyebabkan pendangkalan di bendungan. Apa akibat dari pendangkalan tersebut? Pastinya air menjadi berkurang dan ikan juga banyak yang mati.

Menurut saya, solusi dari problem di atas adalah dengan melakukan metode datang 1 ambil 1. bingung?

eceng gondok

Oke saya jelaskan. Metode ini cara kerjanya seperti tebang pilih tanam, tapi bedanya ini mengambil tanaman (eceng gondok). Dengan 1 orang pengunjung bendungan yang mengambil 1 eceng gondok, maka populasi eceng gondok akan semakin berkurang.

Oh iya, kita juga bisa lho memanfaatkan tanaman eceng gondok! Dari literatur yang saya baca, eceng gondok dapat digunakan untuk bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang dan sebagainya.

Manfaat jika metode tersebut tercapai adalah:

1. air bersih tidak berkurang

2. tidak terjadi pendangkalan bendungan

3. ekosistem bendungan tetap berlangsung (kehidupan ikan dan hewan air lainnya)

so, untuk apa kita harus menunggu? ayo lestarikan air bersih untuk masa depan kita! masa depan kita masih sangat panjang kawan!

viagra

FacebookGoogle BuzzMessengerYahoo MessengerShare

Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Upaya Pelestarian Air Bersih

sebenarnya ada beberapa hal yang menyebabkan saya ingin menulis artikel ini:

yang pertama, karena saya mengikuti Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA

yang kedua adalah karena saya penasaran, bagaimana sih cara mengolah limbah yang cair/air limbah? dan kebetulan artikel yang saya buat sesuai dengan tema dari kompetisi tersebut yaitu iT’s About US : Air untuk Masa Depan

air limbah

oh iya, pertama-tama mari saya jelaskan dulu.. apa sih limbah itu?

limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).

Dimana-mana kita pasti bertemu dengan yang namanya limbah, entah itu sampah, kotoran, air kencing.. semuanya adalah limbah.

saya sempat berandai-andai.. seandainya sungai-sungai di Indonesia seperti yang ada di Eropa..

oh, mungkin impian saya terlalu tinggi, karena selama ini, sungai yang bersih dan jernih  hanya terdapat di daerah pegunungan atau di daerah terpencil.

sungai di eropa

sungai Ciliwung, Jakarta

Sebenarnya, kegunaan sungai sendiri bukan hanya untuk minum, mandi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi sungai juga berfungsi untuk merefreshing pikiran.

Itulah mengapa banyak orang-orang di luar negeri yang suka berkunjung atau berlibur ke sungai.

namun, berbeda kenyataannya di Indonesia. banyak sungai-sungai yang digunakan untuk mencuci baju, mandi, atau membuang sampah. sungguh memprihatinkan. Banyak sekali sungai-sungai di Indonesia yang sudah tercemar oleh limbah-limbah.

Nah, sekarang ini, sering sekali kita mendengar tentang pengolahan limbah padat, seperti daur ulang sampah kering, daur ulang sampah basah (biasanya untuk dijadikan pupuk). tetapi jarang sekali kan kalian mendengar pengolahan limbah cair/air limbah?

oke.. mari kita bahas.  Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

  1. Pengolahan Awal (Pretreatment)
    Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
  2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
    Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
  3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
    Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
  4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
    Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
  5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
    Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Reduce, recyle, and reuse

Namun, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri.

Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses.

Dan hal itu dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen.

Treatment versus Prevention? Mana yang menurut teman-teman lebih baik?? Saya yakin kalian semua tahu jawabannya. Reduce, recyle, and reuse.

FacebookGoogle BuzzMessengerYahoo MessengerShare

Bagaimana Jika Air Bersih Semakin Berkurang?


Perkembangan pembangunan di dunia ini semakin lama semakin meningkat. Banyak lahan-lahan kosong yang dibangun untuk dijadikan perumahan, ruko, atau apartemen. Jika kita telaah lebih lanjut, semenjak adanya bangunan-bangunan itu, makin banyak juga bencana-bencana yang ada di bumi ini, contohnya kurangnya air bersih di daerah perkotaan.

daerah perkotaan

Kita semua tahu bahwa semakin hari daerah perkotaan Indonesia semakin banyak yang kekurangan air bersih.

Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya air tanah akibat kurangnya lahan untuk resapan air hujan.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat adalah dengan menggunakan kaporit untuk menjernihkan air yang kotor tersebut.

Namun, apakah tidak berbahaya jika kita mengkonsumsi air tersebut secara terus-menerus?

Untuk itu, dalam rangka mengikuti Kompetisi Kompas MuDa & AQUA (www.mudaers.com) yang bertemakan iT’s About US : Air untuk Masa Depan, saya akan membahas tentang pentingnya air bersih dilihat dari sudut pandang tempat tinggal saya yang mulai kekurangan air bersih.

oke, kalau begitu, mari kita lanjut ke pokok bahasan kita..

Memang, penggunaan kaporit memiliki danpak positif dan negatif. Jika kita melihat dari kacamata positif, ternyata Calsium Hypochlorite (CaOCI2) atau Kaporit umum ditambahkan ke dalam air kran dan kolam renang sebagai disinfektan pembunuh bakteri patogen seperti E.coli, pembasmi lumut serta jentik nyamuk. Namun demikian, kadar kaporit dalam air kran perkotaan yang cukup tinggi seringkali

air kotor

berdampak pada kesehatan dan kecantikan. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan di AS (US EPA – Environmental Protection Agency), Klor (Cl) sehagai bahan baku kaporit (CaOCl2) diklasifikasikan dalam kelompok pestisida (yang penggunaannya ditujukan untuk membunuh organisme hidup).

Disamping itu, penambahan kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh ( mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik ).

Penelitian lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan “Wanita dengan kanker payudara mempunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi) lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker.

kaporit

Berhubung saya suka menggunakan air hangat untuk mandi, bagaimana ya jika kaporit kita tambahkan ke dalam air hangat?

oww.. ternyata ada fakta yang lebih mengejutkan! Efek negatif kaporit terhadap tubuh manusia sebanyak 70% bukan masuk melalui air yang diminum, melainkan dari uap klor (kloroform) dalam kaporit yang terhirup saat mandi, ditambah dengan penyerapan kaporit melalui kulit.

Hal ini terutama saat mandi dengan air hangat. Selain meningkatkan jumlah kaporit yang menguap, air hangat juga membuka pori-pori kulit. Dengan demikian kaporit terhirup dan terserap kulit dan langsung masuk ke pembuluh darah. Penelitian di AS menunjukkan bahwa jumah klor dalam kaporit yang masuk ke dalam tubuh dalam satu kali mandi air hangat setara dengan jumlah klor yang dapat masuk melalui air minum sebanyak 2 liter / harinya.

mandi

Bahaya yang lain adalah ketika kulit dan rambut sebagai organ pertama yang bersentuhan dengan air menunjukkan reaksi tanda-tanda “penuaan dini”

1. Kaporit merusak lapisan kolagen pada kulit, terjadi proses penuaan melalui perusakan sel, menyebabkan kulit terlihat kusam dan tampak t ua sebelum waktunya,

2. Kaporit merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kulit terasa ketat dan kering. Pada bayi, anak-anak seringkali terjadi iritasi kulit dan biang keringat, atau sering dikatakan sebagai “alergi”. Hal ini terjadi karena lapisan terluar pada epidermis kulit yang berfungsi sebagai penahan debu dan kotoran mengalami kerusakan dan tak mampu menjalankan fungsinya lagi.
3. Kaporit merupakan salah satu pemicu terjadinya Keratinisasi kulit,.yaitu penumpukan sel kulit mati pada epidermis kulit di mana sel kulit mengeras, gepeng dan kehilangan inti selnya. Akibatnya kulit wajah terasa tebal dan tak segar, membuat bedak tak mau menempel sempurna. Jerawat dan komedo mudah muncul karena minyak hasil produksi sebum tidak dapat keluar ke permukaan kulit dan tersumbat.
4. Pada rambut, kaporit merusak batang rambut dan mengiritasi kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe dan rambut rontok. Rambut yang mengalami proses kimia seperti pewarnaan, pengeritingan dan pelurusan (rebonding) akan semakin kering dan mudah patah akibat kaporit. Rambut menjadi susah diatur, tampak kusam dan kasar.

Jika demikian masalahnya, mengapa tidak kita biarkan saja lahan yang kosong tadi tetap menjadi lahan kosong atau dimanfaatkan untuk hutan kota dan taman kota? apakah nikmat bila kita kita menerima resiko banjir setiap tahunnya? Dengan memperbanyak lahan kosong untuk hutan kota dan taman kota, air hujan akan tetap diserap oleh tanah. Dengan demikian, kita tidak akan kekurangan air bersih dan tidak menggunakan kaporit untuk menjernihkan air yang akan kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

FacebookGoogle BuzzMessengerYahoo MessengerShare